tittle-08-02

OUR TEAM

 

Profile
Asset 12

Letisha Aldjufri lahir di Jakarta pada tanggal 25 November 1998. Ia adalah seorang pengusaha dan juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Youth Excellence International Foundation (YEIF) Semangatnya terhadap pendidikan muncul selama masa studinya di Universitas Marymount California, di mana ia menyelesaikan gelar Sarjana Komunikasi & Media Digital. Letisha yakin bahwa sistem pendidikan saat ini sebenarnya memiliki potensi untuk terus berkembang guna meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar secara efektif dan efisien, namun sayangnya potensi tersebut belum tergarap secara optimal.

Dedikasi dan keberhasilan dalam dunia bisnis telah Letisha tunjukkan sejak usia yang sangat muda. Dia pernah bekerja sebagai Junior Associate di PT. Hotel Graha Sriwijaya dan sebagai Senior Marketing Associate di PT. Anzio Agro International (IndoAgro) selama 3 tahun. Selain itu, Letisha juga memiliki pengalaman bekerja di Brave & Maiden Estate, California, Amerika Serikat. Dan saat ini Letisha menjabat sebagai Head of marketing PT. Primarindo Perkasa dan PT. Primarindo Argatile.

Letisha memiliki impian untuk mendirikan Yayasan di bidang pendidikan, khususnya untuk memberikan pelatihan dan dukungan pendidikan. Baginya, pendidikan adalah hal yang penting. Melalui pendidikan, seseorang dapat mengembangkan potensinya untuk mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi. Selain itu, Ia berpikir bahwa pendidikan juga berperan dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Karena itulah ia ingin ikut berkontribusi sejak dini, meskipun masih berusia muda. Dengan dasar pemikiran tersebut, Letisha mendirikan Youth Excellence International Foundation yayasan pendidikan non profit.

Melalui YEIF, Letisha telah aktif mengadakan berbagai kegiatan di beberapa daerah seperti: pelatihan guru bidang Fisika, pelatihan guru bidang IPA untuk pembelajaran kolaboratif berbasis proyek dan literasi, pelatihan siswa untuk literasi numerasi, dan Gerakan riset bersama siswa melalui aktivitas sains. Kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai upaya membantu meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru agar mereka dapat memberikan pengajaran dengan lebih baik. Seperti dalam kegiatan pelatihan guru bidang Fisika, para Guru diajarkan cara membuat eksperimen sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. Selama pelatihan berlangsung YEIF juga melibatkan peserta untuk mencoba menggunakan alat bantu teknologi sensor & cloud sehingga hasil pengukuran yang diperoleh tetap akurat.

Selama proses perjalanannya bersama YEIF, Letisha dapat secara langsung melihat tantangan dan keterbatasan yang ada. Salah satu pengalaman di lapangan di mana beberapa siswa kelas 6 SD bahkan tidak bisa menulis namanya sendiri membuatnya semakin bertekad dan yakin untuk turut turun tangan secara langsung.

Letisha memiliki harapan besar untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Baginya, penting untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang adil bagi semua anak, terlepas dari latar belakang mereka. Letisha juga ingin memberikan pesan kepada generasi muda untuk tidak takut mencoba dan berusaha, meskipun mereka merasa kurang mampu. Ia percaya bahwa dengan mencoba, seseorang dapat mengembangkan potensi yang sebenarnya mereka miliki. Dalam perjalanan hidupnya, Letisha Aldjufri telah membuktikan bahwa semangat dan kepedulian seseorang dapat menghasilkan perubahan yang positif dalam dunia pendidikan. Dia mengajak kita semua untuk bersama-sama mengubah masa depan dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada generasi muda, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sukses dan berpengaruh.

 

Janto V. Sulungbudi, S.Si
Key Partners

Janto V. Sulungbudi, S.Si , selain aktif menjadi Dosen Fisika UNPAR, beliau merupakan salah satu Pembina tim Indonesia dan terlibat sebagai juri dalam kompetisi Riset tingkat internasional, yaitu International Conference of Young Scientists (ICYS) dan Asia Pacific Conference of Young Scientists (APCYS), yang diikuti oleh siswa-siswi terbaik sekolah menengah pada berbagai bidang.

 

Janto saat ini menjadi representatif R4M (Robot for Mission) Indonesia yang sudah menerapkan AI (Artificial Intelligence). Salah satu misinya adalah membuat AI mudah diakses oleh berbagai kalangan sesuai dengan kebutuhannya, karena keyakinannya bahwa AI akan membuka berbagai kemungkinan baru untuk menyelesaikan masalah pada berbagai bidang, dan teknologi ini tidak dapat dihindari di masa mendatang.

 

Janto juga memiliki mimpi, ingin pelajaran (terutama IPA) menjadi menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan jaman.

 

Syailendra Harahap
Key Partners

Syailendra Harahap seorang individu yang berdedikasi tinggi dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pengajaran sains. Pengalaman dalam mengajar pada dunia sains sudah ditekuni sejak Ia masih duduk di bangku kuliah. 

 

Pengalamannya membawa Ia terbang ke sana kemari untuk berbagi kepada para guru tentang pengajaran sains yang menyenangkan. Baginya pelatihan guru daerah ini sangat penting. ”Ternyata kalau kita ke daerah gap-nya jauh banget”. Salah satu masalah yang ia saksikan ketika berkunjung ke daerah adalah banyak guru mengajar suatu mata pelajaran, tetapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Mereka ingin belajar bidang baru yang diajarnya, tetapi tidak tahu harus ke mana sementara akses informasi terbatas.

 

Selain itu Ia  aktif mendampingi para peneliti belia, menjadi juri peneliti di kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Baginya, sains dan penelitian adalah dunia yang memberinya kesenangan.