tittle-08-02

PELATIHAN GURU

Gerakan Riset Bersama Siswa

Guru atau Pendidik sebagai peneliti merupakan salah satu peran yang diidealkan dari seorang pendidik. Pewujudan peran itu penting bagi pendidik dalam menjalankan tugas dan menghadapi tantangan abad ke-21, era global. Mengajar, belajar, dan riset ialah interaksi yang secara dialektika berkaitan erat. Riset dapat membantu pendidik melahirkan pembelajaran yang bermutu bagi peserta didik. Dengan kemampuan riset, pendidik akan melahirkan pengetahuan dari apa yang dilakukan di kelas dan pendidik akan menjadi knowledge worker. Keterlibatan terus-menerus dalam kegiatan-kegiatan riset akan meningkatkan kemampuan profesional dan memberi kontribusi dalam melahirkan pengetahuan dalam bidang yang digeluti.

Asset 1

Dalam merespons tantangan abad ke-21, kemampuan reflektif dan interpersonal serta kemampuan riset penting bagi pendidik. Oleh karena itu, pendidik perlu memiliki sikap kritis, melihat sesuatu atas dasar fakta dan masukan dari berbagai sumber seperti outcome murid, teori, dan dialog profesional dalam melakukan tugas untuk melahirkan inovasi. Tindakan melakukan riset dan penelitian saat ini masih terasa asing di telinga pendidik. Kalau kita mendengar istilah riset dan penelitian, spontan yang kita bayangkan adalah para profesor di universitas yang melakukan penelitian di laboratorium atau mengadakan penelitian di lapangan dengan metode ilmiah yang rumit dan kompleks, menggunakan data-data statistik yang seringkali sulit untuk dipahami.

Tindakan seperti ini sering dianggap bukan bagian dari kinerja pendidik. Padahal, begitu pendidik masuk dalam kelas, pendidik sudah terlibat dalam proses penelitian/analisis kelas (Classsroom inquiri). GERAKAN RISET BERSAMA SISWA Pendidik mendengarkan, mengamati, membuat hipotesis, dan menganalisis situasi kelas (kesiapan anak didik menerima pelajaran, menjelaskan di mana proses belajar yang telah mereka lalui dan yang sedang mereka pelajari, dan lain-lain). Proses ini yang dapat dibagikan oleh pendidik kepada peserta didik, dimana ketika peserta didik dihadapkan dengan suatu masalah, maka peserta didik dapat mampu untuk mendengarkan, mengamati, membuat hipotesis, menganalisis dan menarik kesimpulan yang dapat dipertangunggjawabkan.