PELATIHAN GURU
Pembelajaran Berbasis Projek Kolaborasi
Pembelajaran yang bermakna dan relevan terjadi ketika peserta didik terlibat dalam projek nyata yang memerlukan pemecahan masalah, kerja sama, dan penerapan pengetahuan dalam konteks praktis.Pendidikan abad ke-21 menekankan pada model pembelajaran berbasis projek. Pembelajaran berbasis projek merupakan pendekatan yang menggunakan masalah sebagai langkah awal mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.
Pembelajaran berbasis projek juga dirancang secara sistematik untuk merangsang dan melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran agar kreatif, inovatif, dan mampu bekerja sama, di akhir pembelajaran peserta didik dapat menghasilkan karya maupun produk sebagai pelaporan hasil projek. Selain aspek pengetahuan dan keterampilan, diperlukan pula terobosan sebagai upaya dalam pembelajaran pada aspek sikap untuk membentuk serta menguatkan karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar pancasila. Terdapat beberapa hal yang mencirikan profil pelajar pancasila yaitu (1) beriman, bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) berkebhinekaan global; (3) gotong royong; (4) mandiri; (5) bernalar kritis; dan (6) kreatif. Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, profil pelajar Pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus di dalam pencapaian Standar Kompetensi Lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan dalam hal penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.